Sabtu, 16 April 2011

Sifat Kepiting Ada Dalam Diri Manusia



Sobat semua pasti sudah tahu dengan yang namanya kepiting. Kepiting dapat mudah ditemui di tambak-tambak atau sawah (kepiting sawah). Hewan ini seringkali kita konsumsi sebagai lauk saat makan. Selain rasanya enak, kepiting ini juga mempunyai banyak gizi walaupun dagingnya hanya sedikit. Namun tahukah sobat bahwa kepiting mempunyai satu sifat khas? Sifat khas kepiting itu juga ada dalam diri manusia. Semoga sobat tidak mempunyai sifat kepiting. Mengapa? Kita simak ulasan berikut tentang kepiting.

Di Filipina, masyarakat pedesaan gemar sekali menangkap dan memakan kepiting sawah. Kepiting itu ukurannya kecil namun rasanya cukup lezat. Kepiting-kepiting itu dengan mudah ditangkap di malam hari, lalu dimasukkan ke dalam baskom/wadah, tanpa diikat. Keesokkan harinya, kepiting-kepiting ini akan direbus dan lalu disantap untuk lauk selama beberapa hari. Yang paling menarik dari kebiasaan ini, kepiting-kepiting itu akan selalu berusaha untuk keluar dari baskom, sekuat tenaga mereka, dengan menggunakan capit-capitnya yang kuat.

Namun seorang penangkap kepiting yang handal selalu tenang meskipun hasil
buruannya selalu berusaha meloloskan diri. Resepnya hanya satu, yaitu si pemburu tahu betul sifat si kepiting.

Bila ada seekor kepiting yang hampir meloloskan diri keluar dari baskom, teman-temannya pasti akan menariknya lagi kembali ke dasar. Jika ada lagi yang naik dengan cepat ke mulut baskom, lagi-lagi temannya akan menariknya turun dan begitu seterusnya sampai akhirnya tidak ada yang berhasil keluar. Keesokan harinya sang pemburu tinggal merebus mereka semua dan matilah sekawanan kepiting yang dengki itu.


Sobat sudah paham tentang sifat kepiting? Ya, kepiting rupanya mempunyai sifat dengki yang parah. Mereka sama sekali tidak mau melihat teman-temannya kabur dari baskom. Sifat itulah yang harus kita hindari. Seharusnya dengan melihat teman-teman kita sukses, kita sepantasnya merasa ikut bahagia. Bukan sebaliknya.

Pertanda seseorang adalah ‘kepiting’:

1. Selalu mengingat kesalahan pihak luar (bisa orang lain atau situasi) yang sudah lampau dan menjadikannya suatu prinsip/pedoman dalam bertindak.

2. Banyak mengkritik tapi tidak ada perubahan.

3. Hobi membicarakan kelemahan orang lain tapi tidak mengetahui kelemahan dirinya sendiri sehingga ia hanya sibuk menarik kepiting-kepiting yang akan keluar dari baskom dan melupakan usaha pelolosan dirinya sendiri.

Bila kita pikir kembali, seharusnya kepiting-kepiting itu tolong-menolong keluar dari baskom, namun dibutuhkan jiwa yang besar untuk melakukannya. Ayo, kita hindari sifat kepiting.


referensi:: vivanews.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar